Sebagian besar kegiatan perawatan yang dilakukan oleh petugas maintenance untuk jadwal harian pada umumnya adalah seperti yang disebutkan dibawah ini:
- Mengadakan pengontrolan pada pelaksanaan cleaning mesin oleh para operator masing-masing mesinnya.
- Mengadakan pengecekan rutin berdasarkan jadwal waktu yaitu:
- Melakukan tambah maupun ganti pelumasan pada setiap 3 atau 6 bulan menurut penggunaan mesin.
- Memastikan kebersihan pada motor listrik.
- Memberikan pelumas pada motor listrik.
- Melakukan pengecekan alat-alat listrik berupa switch dan pengaman listrik.
- Melakukan pemeriksaan keadaan umum kondisi mesin.
- Mencatat semua kerusakan mesin pada kartu mesin misalkan jika ada part yang diganti, catatan ini untuk selanjutnya digunakan sebagai acuan perhitungan maintenance-cost secara tepat.
- Memproduksi spare-parts atau melakukan pemesanan pembuatan spare-parts dengan memberi gambar atau petunjuk pembuatannya.
- Melakukan perencanaan kebutuhan spare-parts untuk persediaan berdasarkan pengalaman history dari mesin-mesin tersebut. Pada umumnya pada mesin-mesin yang sangat vital dalam penggunaannya di proses produksi akan disiapkan persediaan spare-parts yang jumlahnya lebih banyak dan juga persediaan tersebut akan sangat bergantung pada biaya atau anggaran yang tersedia untuk masing-masing mesin tersebut.
Sebagian besar kegiatan perawatan yang dilakukan oleh petugas maintenance untuk jadwal harian pada umumnya adalah seperti yang disebutkan dibawah ini:
- Mengadakan pengontrolan pada pelaksanaan cleaning mesin oleh para operator masing-masing mesinnya.
- Mengadakan pengecekan rutin berdasarkan jadwal waktu yaitu:
- Melakukan tambah maupun ganti pelumasan pada setiap 3 atau 6 bulan menurut penggunaan mesin.
- Memastikan kebersihan pada motor listrik.
- Memberikan pelumas pada motor listrik.
- Melakukan pengecekan alat-alat listrik berupa switch dan pengaman listrik.
- Melakukan pemeriksaan keadaan umum kondisi mesin.
- Mencatat semua kerusakan mesin pada kartu mesin misalkan jika ada part yang diganti, catatan ini untuk selanjutnya digunakan sebagai acuan perhitungan maintenance-cost secara tepat.
- Memproduksi spare-parts atau melakukan pemesanan pembuatan spare-parts dengan memberi gambar atau petunjuk pembuatannya.
- Melakukan perencanaan kebutuhan spare-parts untuk persediaan berdasarkan pengalaman history dari mesin-mesin tersebut. Pada umumnya pada mesin-mesin yang sangat vital dalam penggunaannya di proses produksi akan disiapkan persediaan spare-parts yang jumlahnya lebih banyak dan juga persediaan tersebut akan sangat bergantung pada biaya atau anggaran yang tersedia untuk masing-masing mesin tersebut.